Pemasaran Jaringan | Mengenal Fungsi Iklan - Iklan merupakan ujung tombak dari suatu produk jika ingin dikenal luas dipasara Untuk mencapai kesuksesan bidang periklanan , sebaiknya kenali dulu apa fungsi dari iklan itu sendiri.

Fungsi Iklan ( sumber gambar )

Beberapa Fungsi Iklan menurut berbagia sumber adalah sebagai berikut:


1. Media komunikasi.
Maksudnya, iklan menjadi penyampai pesan dari produsen kepada konsumen. Pada fungsi pertama ini, memiliki lima pembagian fungsi.

a. Information.
Fungsi informasi ini lebih ditekankan untuk menambah pengetahuan kepada konsumen tentang produk.

b. Persuation.
Fungsinya adalah membujuk, merayu, dan menggerakkan konsumen untuk melakukan tindakan sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh pemberi pesan.

c. Reminder.
Fungsinya adalah memelihara kesegaran brand agar tetap melekat ke dalam benak target iklan.

d. Precipitation.
Berfungsi untuk membujuk konsumen agar mempercepat keputusannya untuk tak lagi menunda membeli produk. Caranya adalah dengan menyampaikan bahwa produk tersebut limited edition, hanya tersisa sedikit, produk tersebut bernilai investasi tinggi, penawaran dengan harga spesial hanya berlaku untuk saat itu saja, diskon yang sangat besar, terdapat hadiah bagi pembeli yang beruntung, dan lain sebagainya.

e. Image Building.
Iklan juga bisa berfungsi untuk menciptakan, memperbaiki, membangun, ataupun membentuk suatu citra tertentu. Iklan dengan sasaran konsumen kelas atas, selalu menggunakan cara-cara dan simbol-simbol yang digunakan oleh kelompok kelas atas juga. Sangat tidak mungkin menggunakan cara sebaliknya, karena akan merusak dari imej produk tersebut.

f. Reinforcement.
Memantapkan hati setiap konsumen dengan produk yang diiklankan dan tidak berpaling kepada produk kompetitor lain. Bila iklan seperti ini diiklankan secara terus menerus, tentu produk tersebut akan selalu melekat di benak konsumen dan menempati top of mind; produk terbaik dalam pikiran mereka.

2. Iklan sebagai media pendidikan.
Maksudnya, selain sebagai sarana komunikasi dari produsen ke konsumen, iklan juga berfungsi untuk mengajarkan nilai-nilai tertentu sebagaimana dikehendaki komunikator. Mengajarkan nilai-nilai tertentu berarti mengarah kepada dua hal: positif dan negatif. Sebuah iklan minuman suplemen kesehatan misalnya, dalam iklannya tentu menggunakan kata-kata untuk mengajarkan nilai keuletan, kerja keras, dan semangat yang tinggi dalam bekerja. Untuk mencapai itu semua, pembaca iklan tentu saja harus mengonsumsi minuman suplemen kesehatan tersebut. Padahal, secara medis, mengonsumsi minuman suplemen kesehatan secara berlebihan justru dapat merusak kesehatan.

Baca juga: Cara Bisnis PayTren Yusuf Mansur

3. Iklan memiliki fungsi ekonomi.
Tentu saja, iklan dapat mendorong percepatan konsumsi, sehingga mendatangkan keuntungan bagi produsen. Keuntungan ekonomis suatu iklan setidaknya dinikmati oleh tiga pihak, yaitu konsumen, pemasang iklan, dan pengelola media.

4. Iklan sebagai fungsi sosial.
Melalui iklan, masyarakat dapat tergerak memberikan bantuan kemanusiaan dari bencana alam. Atau juga, iklan tentang gerakan disiplin lalu lintas, orang tua asuh, dan sebagainya.

5. Iklan sebagai hiburan.
Sebuah iklan tidak semata memberikan informasi dan persuasi sebagaimana fungsi dasar iklan. Nuansa menghibur tersebut sering ditempuh oleh para pengiklan karena dewasa ini jumlah pesan yang beredar menjumpai khalayak sangat banyak berseliweran setiap hari. Sehingga, pengiklan perlu memenangkan perhatian khalayak dengan cara yang cerdas, tanpa terkesan memaksa.

Bagian-bagian Iklan


Meski kelengkapan unsur-unsur dalam iklan tidak ada aturan baku, namun secara umum iklan ditampilkan dalam struktur dan urutan tertentu. Struktur tersebut umumnya terdiri atas tiga bagian, yaitu bagian awal (opening), bagian tengah atau tubuh iklan (body copy), dan bagian akhir sebagai penutup (closer).

Ketiga bagian iklan tersebut sebenarnya dibangun dari beberapa bagian yang lebih khusus. Bagian-bagian yang lebih khusus tersebut merupakan unsur-unsur yang membentuk keseluruhan iklan. Jadi, sebenarnya dalam sebuah iklan terdapat kerangka anatomi iklan yang lebih detail.

Akan tetapi, sebuah iklan tidak harus memiliki anatomi yang lengkap. Unsur-unsur yang akan dilibatkan dalam iklan dipertimbangkan berdasar pada kebutuhan, di samping pertimbangan seni. Bila dipandang tidak diperlukan salah satu anatomi, bisa diabaikan keberadaannya. Secara rinci, anatomi iklan tersebut terdiri atas:

1. Judul Iklan
Judul iklan berfungsi untuk menarik perhatian awal pembaca. Dalam dunia periklanan, headline memiliki ciri tertentu. Ciri khas tersebut, yaitu: (1) umumnya dibuat dengan tulisan yang menonjol, kadang bahkan dengan huruf yang lebih besar disertai dengan paduan warna mencolok dibanding pesan lain yang terdapat dalam iklan tersebut; (2) terdiri atas kalimat pendek, bahkan kadang hanya dibangun dari satu kata saja, atau ekstrimnya malah bisa hanya dibuat dari satu huruf saja; (3) berisi kalimat atau kata yang mengandung kesan kuat sehingga menarik minat perhatian khalayak (sangat persuasif, kadang malah provokatif).

2. Sub Judul Iklan
Yaitu bagian dari iklan yang bertugas menjabarkan lebih jauh pesan yang terdapat dalam judul. Sub judul memiliki tugas memelihara perhatian yang telah diperoleh dari khalayak setelah mereka membaca judul. Jangan sampai, perhatian yang telah diperoleh tersebut berkurang atau malah hilang karena khalayak jengah dengan sub judul yang tidak menarik dan terlalu panjang.

3. Tubuh Iklan
Seringkali pula disebut dengan Ad Body Copy. Pada bagian ini, pesan iklan biasanya secara rinci dituliskan. Meskipun merupakan bagian detail dari sebuah iklan, bukan berarti kalimat yang digunakan panjang lebar sesuai kehendak hati pengiklannya. Kalimat dalam bagian ini harus tetap dirancang dengan hati-hati dengan pertimbangan rasional yang matang.

4. Penutup
Closer merupakan bagian penutup atau yang mengakhiri iklan. Closer menempati kedudukan yang sangat penting setelah judul, sub judul, maupun body text. Dalam iklan cetak, closer dapat dinyatakan dalam bahasa verbal tulis dan bisa pula dituliskan dalam bentuk tanda, logo, juga gambar.

5. Banner
Banner biasa berbentuk semacam pita memanjang. Fungsinya untuk menampung pesan yang ingin diperhatikan lebih oleh audiens. Perbedaannya dengan flash adalah, untuk banner memiliki space yang lebih banyak untuk ditempati oleh pesan daripada space yang dimiliki oleh flash. Meski demikian, menempatkan terlalu banyak pesan dalam banner juga tidak baik, karena membuat banner terlihat berjubel.

6. Flash
Yaitu bagian dari iklan yang berfungsi untuk menonjolkan sebagian pesan iklan namun penting, agar mendapatkan perhatian lebih besar dibandingkan yang lain. Sebuah pesan dimunculkan dalam flash karena informasi tersebut sangat penting dan perlu ditonjolkan, di mana informasi tersebut dipandang tidak cocok bila diletakkan dalam bagian anatomi iklan yang lain.

7. Slogan
Kata slogan diambil dari istilah bahasa Gaelik, sebuah bahasa dari Skotlandia kuno, yaitu sluagh-ghairm, yang berarti teriakan bertempur. Keberadaan slogan akan memudahkan khalayak mengingat suatu perusahaan atau produk tertentu. Seperti slogan produk jamu herbal yang sangat terkenal: Orang Pintar Minum Tolak Angin.

8. Ilustrasi
Materi ilustrasi iklan dapat berasal dari gambar foto, animasi, lukisan, atau perpaduan di antaranya. Dalam dunia periklanan, ilustrasi memiliki posisi yang sangat penting, karena ia mampu mengemban sejumlah fungsi, yaitu: menambah daya tarik iklan; menjelaskan pesan yang disampaikan secara tertulis; menjabarkan atau mendeskripsikan pesan; menguatkan pesan; menegaskan pesan; serta meningkatkan daya impresi dan persuasi iklan pada khalayak.

9. Logo
Logo berfungsi sebagai identitas perusahaan atau produk dalam bentuk visual. Maka tak heran, ketika melihat sebuah logo, publik sudah dapat langsung mengetahui produk di belakang perusahaan tersebut.

Demikianlah ulasan singkat mengenai Fungsi Periklanan yang dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat!