PemasaranJaringan.com - Sebenarnya saya tidak terlalu suka acara TV terutama program politik, tapi saya suka menonton bagian konten info komersial . Senang sekali ketika mengikuti beberapa tips dan info dari mereka. Seperti tentang bisnis, tokoh pengusaha sukses...
Bukan berarti harus meniru 100% seperti gaya pembawa acara TV tersebut, karena itu hanyalah gimmik program semata. Tapi apa yang kebanyakan orang tidak menyadari adalah bahwa banyak STRATEGI menjual produk adalah mereka juga yang menjual acara dan programnya.

Strategi Favorit saya yang terinspirasi dari Iklan Televisi


1. TV menarik perhatian Anda
Televisi adalah media informasi paling favorit keluarga hingga saat ini. Anda hanya sebagian kecil dari target mereka dalam menyajikan informasi/konten siaran agar memutar channel TV tertentu. Untuk itulah mereka membuat siaran televisi berisi konten menarik agar penonton betah berlama-lama duduk depan TV.

Maka tak heran jika mereka berani mengemukakan pertanyaan untuk memberikan solusi pemirsanya. Begitu juga ketika menjalankan bisnis online, lakukan seperti TV. Berikan solusi kepada calon pembeli, atau layanan maksimal kepada pelanggan setia Anda.

2. TV memberikan testimonial fakta terkini
Anda akan melihat bahwa info komersial TV telah mengalami perubahan beberapa tahun kebelakang. Sebut saja beberapa selebriti ketika diwawancarai mengenai satu produk tertentu. Hanya membutuhkan waktu 30 menit melakukan siaran, namun bisa diputar berulang-ulang untuk meningkatkan kredibilitas serta kepercayaan calon pelanggan.

Coba lakukan cara itu pada strategi pemasaran bisnis Anda. Membuat suatu konten menarik lalu memasukan beberapa testimonial mengenai produk tersebut. Dengan begitu proses pemasaran produk akan terus berlangsung hingga mengalami perkembangan pesat.

3. TV mengedepankan kepribadian
Jenis info komersial paling populer saat ini biasanya mengundang beberapa selebriti sebagai tamu. Karena mereka menyadari bahwa selebriti itu memiliki penggemar banyak sehingga akan semakin mudah mendapat perhatian dari penonton. Sebagai conroh salah satu produk Shampo di Indonesia menggunakan penyanyi Anggun C. Sasmi sebagai brand ambassador mereka.

Strategi seperti di atas bisa juga dilakukan pada metode pemasaran bisnis Anda. Misalnya menyewa seorang selebriti kemudian menjadi produk ambassador... Kemudian perhatikan apa yang terjadi dengan perkembangannya.

4. TV mempersembahkan penawaran menarik
Banyak sekali acara TV menghadirkan sesi promosi suatu produk. Mulai dari produk kosmetik, ponsel pintar terbaru, properti dan lainnya. Lagi-lagi program tersebut mengedepankan penawaran menarik kepada pemirsanya. Ada yang memberikan DISKON 60% untuk pembelian kosmetik, dll...
Coba saja lakukan cara yang sama pada strategi bisnis. Menawarkan rencana pembayaran untuk produk, kursus, lokakarya, dan pelatihan Anda. Lalu perhatikan peningkatan signifikan dari pemasaran Anda.

5. TV memberikan ajakan untuk melakukan sekarang
Orang-orang ini tahu bahwa segera setelah Anda mengubah saluran, Anda akan lupa tentang produk mereka. Jadi mereka membuatnya sangat mendesak bahwa Anda mengangkat telepon dan memanggil mereka sekarang atau kunjungi website dan pesanan mereka. Mereka biasanya mengatakan sesuatu seperti "Jika Anda menelepon di 10 menit berikutnya Anda akan mendapatkan BONUS blablabla..." dan tak tanggung-tanggung mereka menyediakan hadiah besar.


Tentu saja cara ini tidak hanya berlaku pada acara TV. Hampir setiap orang cenderung menunda-nunda daripada langsung melakukannya sekarang juga, dengan alasan kesibukan. Intinya, diperlukan cara entah itu memberikan diskon besar-besaran, rencana pembayaran yang berakhir, sejumlah produk atau bonus khusus... Itu bisa menyesuaikan dengan model bisnis Anda.

6. TV melakukan penjualan berulang
Apa itu penjualan berulang?  Artinya ketika membuat satu produk hanya memerlukan biaya sekali namun produk tersebut bisa dijual berkali-kali. Misalnya, buat saja sebuah blog review tentang produk Anda, setelah itu promosikan blog tersebut. Dengan sendirinya pelanggan mendatangi blog review. Hanya perlu sekali pembuatan, menyetingan tampilan menarik maka tidak diperlukan lagi pembuatan dari awal mengenai konten. Strategi pemasaran seperti itu cenderung lebih dusukai karena cukup efektif menarik perhatian serta loyalitas pelanggan.